RSS

Monthly Archives: March 2011

pertemuan ke 5, 22 Maret 2011

Simetris Kriptografi

  • Symmetric-key cryptography
  • Kunci enkripsi = kunci dekripsi
  • Istilah lainnya: kunci simetri, kunci privat, kunci rahasia (secret key)
  • Algoritma kriptografinya disebut algoritma simetri
  • Istilah lainnya: algoritma konvensional
  • Contoh algoritma simetri:
  1. DES (Data Encyption Standard)
  2. Rijndael
  3. Blowfish
  4. IDEA
  5. GOST
  6. Serpent
  7. RC2, RC4, Rc5, dll

Enigma

Mesin Enigma adalah sebuah mesin penyandi yang digunakan untuk mengenkripsikan dan mendeskripsikan  pesan rahasia. Enigma dipatenkan oleh insinyur Jerman Arthur Scherbius, dan awalnya digunakan untuk tujuan komersial, namun nantinya terkenal karena digunakan oleh tentara dan pemerintah Jerman Nazi sebelum dan selama Perang Dunia II. Secara teknis, mesin Enigma termasuk keluarga mesin rotor elektromekanik, yang memiliki berbagai model. Nama Enigma diambil dari kata Latin aenigma, yang artinya teka-teki.

Versi Enigma yang paling terkenal adalah yang digunakan oleh Wehrmacht (tentara Jerman Nazi). Mesin ini, mulai digunakan oleh Nazi pada 1928, pada awalnya dianggap sebagai mesin kriptografi teraman di dunia, namun akhirnya dapat dipecahkan oleh pihak Sekutu, sehingga mesin ini justru merugikan pihak Nazi. Metode pemecahan (dekripsi) mesin ini pertama kali ditemukan di tahun 1932 oleh kriptografer Polandia dari Biuro Szyfrów (Kantor Sandi), Marian Rejewski, Jerzy Różycki dan Henryk Zygalski. Namun pada 1939 Jerman mendisain ulang Enigma sehingga metode tersebut tidak dapat digunakan lagi. Berkat informasi dari Polandia, akhirnya Britania dan Perancis berhasil membuat mesin pemecah Enigma baru ini, yang diberi nama bombe. Informasi yang didapat Sekutu dari pemecahan Enigma disebut ULTRA, yang terbukti amat penting bagi kemenangan Sekutu pada Perang Dunia II. Menurut para ahli, PD II berakhir dua tahun lebih cepat berkat pemecahan Enigma ini.

Mesin Enigma:

Advertisements
 

pertemuan ke 4 tgl 15 Maret 2011

Subsitusi Cipher

Substitusi atas satu substitusi surat-sederhana-dapat ditunjukkan dengan menuliskan alfabet dalam rangka beberapa untuk mewakili substitusi. This is termed a substitution alphabet . Hal ini disebut sebagai substitusi alfabet. The cipher alphabet may be shifted or reversed (creating the Caesar and Atbash ciphers, respectively) or scrambled in a more complex fashion, in which case it is called a mixed alphabet or deranged alphabet . Cipher alfabet mungkin bergeser atau terbalik (menciptakan Caesar dan Atbash  cipher, masing-masing) atau acak di sebuah komplek cara yang lebih, dalam hal ini disebut alfabet dicampur atau gila alfabet. Traditionally, mixed alphabets are created by first writing out a keyword, removing repeated letters in it, then writing all the remaining letters in the alphabet. Secara tradisional, campuran huruf diciptakan dengan pertama-tama menuliskan kata kunci, menghapus surat diulang di dalamnya, maka menulis semua huruf yang tersisa dalam alfabet.

Ada beberapa jenis cipher substitusi. Jika cipher beroperasi pada huruf tunggal, hal ini disebut sebagai cipher substitusi sederhana, sebuah cipher yang beroperasi pada kelompok yang lebih besar surat disebut polygraphic. Sebuah cipher monoalphabetic menggunakan substitusi tetap selama seluruh pesan, sedangkan cipher polyalphabetic menggunakan sejumlah substitusi pada waktu yang berbeda dalam pesan, di mana unit dari plaintext dipetakan ke salah satu dari beberapa kemungkinan di ciphertext dan sebaliknya.
Contoh:
Kata kunci/ Key yang digunakan adalah: “ Yosefrizal Sikumbang”
Tabel subsitusi:
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
Y O S E F R I Z
A
L K U M B N G C D H
J
P Q T V W
X
Pesan: “Mari Belajar Bersama”
Chiper text: “JEFK LRHEMEF LRFGEYE”

Sandi Geser (Shift Cipher)

Sandi geser (shift cipher) merupakan generalisasi dari sandi Caesar , yaitu tidak membatasi pergeseran sebanyak tiga huruf. Jadi ada sebanyak 26 kunci pergeseran yang bisa digunakan. Secara umum dapat dituliskan dengan persamaan berikut ini.

 e_K(x) = (x+k) \bmod 26
 d_K(y) = (x-k) \bmod 26 Untuk K dengan  0 \leq K \leq 25 dan  x,y \in \mathbb{Z}_{26} .

Misal diberikan plainteks “belajarsandi” dan kunci K=11, maka cipherteksnya adalah “MPWLULCDLYOT”.

Khusus untuk K=13 sering disebut dengan Sandi ROT(13). Dinamakan demikian karena fungsi enkripsi dan dekripsinya sama, sebab 13 sama dengan -13 (khusus di dalam mod 26). Jadi jika diberikan plainteks x, maka untuk mendekripsinya bisa dengan mengenkripsinya lagi.

 

Catatan Pertemuan ke 4. tgl 18 Maret 2011

Macam – Macam Kabel Jaringan (LAN)

Kabel Local Area Network

Pertama kali LAN menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi. Kabel yang biasa digunakan dalam jaringan ada 3 jenis, yaitu:

  • Coaxial
  • Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP)
  • Fiber Optik

1. Coaxial Kabel ini sering digunakan untuk antena televisi dan transmisi telepon jarak jauh. Konektornya adalah BNC (British Naval Connector). Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu: – coaxial baseband (kabel 50 ohm) –digunakan untuk transmisi digital. – coaxial broadband (kabel 75 ohm) –digunakan untuk transmisi analog. Tipe kabel coaxial juga dibagi 2, yaitu: – thin (thinnet) –lebih fleksibel, lebih gampang digunakan, dan lebih murah daripada kabel thick. – Thick (thicknet) –lebih tebal, susah dibengkokkan, jangkauannya labih jauh daripada thin, dan harganya lebih mahal daripada thin. Kelebihan: – hampir tidak terpengaruh noise – harga relatif murah Kelemahan: – penggunaannya mudah dibajak – thick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang

Kabel Coaxial

coax1.gif

2. Twisted Pair Kabel ini sering digunakan pada kabel telepon. Pada komputer konektornya adalah RJ-45. Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu: 1. STP (Shielded Twisted Pair) –di dalamnya ada satu lapisan pelindung kabel internal yang fungsinya melindungi data dari gangguan pada saat ditransmisikan. 2. UTP (Unshielded Twisted Pair) –tidak memiliki lapisan pelindung. Kelebihan: – harga relatif paling murah di antara kabel jaringan lainnya – mudah dalam membangun instalasi Kelemahan: – jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps) – mudah terpengaruh noise (gangguan.

“Unshielded Twisted Pair”

UTP.gif

“Shielded Twisted Pair”
STP.gif

3. Fiber Optic (Serat Optik) Ukuran kabel ini kecil dan terbuat dari serat optik. Kabel ini dibagi menjadi 2, yaitu: 1. multi mode –penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya pada kabel jenis ini dapat melalui beberapa lintasan cahaya karena diameter intinya (core) cukup besar (50 mm). 2. single mode –diameter intinya hanya 3-10 mm sehingga penjalaran cahaya hanya dapat melalui satu lintasan. Kelebihan: – ukuran kecil dan ringan – sulit dipengaruhi interferensi/ gangguan – redaman transmisinya kecil – bidang frekuensinya lebar Kelemahan: – instalasinya cukup sulit – tidak fleksibel – harga relatif mahal.

Kabel Fiber Optik

FO.gif

 

Pertemuan ke-3 tgl. 11 Maret 2011

Tugas!

Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk membawa aliran bit data dari satu ke komputer lainnya, maka dalam pengiriman data memerlukan media transmisi yang nantinya akan digunakan untuk keperluan transmisi. Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, dalam bandwidth, delay, biaya dan kemudahan instalasi serta pemeliharaannya.

Media transmisi merupakan suatu jalur fisik antara transmitter dan receiver dalam sistem transmisi data. Media transmisi dapat diklasifikasikan sebagai guided (terpandu) atau unguided (tidak terpandu). Kedua-duanya dapat terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Dengan media yang terpandu, gelombang dipandu melalui sebuah media padat seperti kabel tembaga terpilin (twisted pair), kabel coaxial tembaga dan serat optik. Atmosfer dan udara adalah contoh dari unguided media, bentuk transmisi dalam media ini disebut sebagai wireless transmission.

Beberapa faktor yang berhubungan dengan media transmisi dan sinyal sebagai penentu data rate dan jarak adalah sebagai berikut:

a.      Bandwidth (lebar pita)

Semakin besar bandwidth sinyal, maka semakin besar pula daya yang dapat ditangani.

b.      Transmission Impairement (kerusakan transmisi)

Untuk media terpandu, kabel twisted pair secara umum mengalami kerusakan transmisi lebih daripada kabel coaxial, dan coaxial mengalaminya lebih dari pada serat optik.

c. Interference (interferensi)

Interferensi dari sinyal dalam pita yang saling overlapping dapat menyebabkan distorsi atau dapat merusak sebuah sinyal.

d. Jumlah penerima (receiver)

Sebuah media terpandu dapat digunakan untuk membangun sebuah hubungan point-to-pint atau sebuah hubungan yang dapat digunakan secara bersama-sama.

Sesudah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan media transmisi dan bisa menentukan topologi yang cocok untuk jaringan yang akan dibangun tentunya, pasti kita perlu mengetahui peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam membangun suatu jaringan komputer. Adapun media yang dibutuhkan selain komputer, terlepas dari jenis jaringan yang akan dibangun adalah:

  1. Kabel
  2. Transmisi tanpa kabel (wireless) dan
  3. Network interface card (NIC) atau kartu jaringan.

Kegunaan media transmisi

Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:

  • Jenis alat elektronika
  • Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
  • Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
  • Ukuran data yang dikirimkan

Jenis media transmisi

  • Guided Transmission Media seperti: -Twisted Pair Cable, -Coaxial Cable, -Fiber Optic
  • Unguided Transmission Media seperti: -Gelombang mikro, -Satelit, -Gelombang radio, -Inframerah

 

Pertemuan ke 3 tgl 11 Maret 2011

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (lapisan Jaringan seperti internet protocol ) dari stack protocol tujuh lapis OSI.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP router. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital  Subscriber line(DSL).

Jenis-jenis router

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:

  • static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
  • dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
 

Pertemuan ketiga pada tgl. 8 Maret 2011

Catatan.

Sistem Kriptografi

Kriptografi (Cryptography) adalah seni dan ilmu tentang cara-cara menjaga kemanan . Istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi antara lain :

a. Plainteks, merupakan data atau pesan asli yang ingin dikirim.

b. Cipherteks, merupakan data hasil enkripsi.

c. Enkripsi, merupakan proses untuk mengubah plainteks menjadi chiperteks.

d. Deskripsi, merupakan proses untuk mengubah chiperteks menjadi plainteks atau pesan asli.

e. Key(Kunci), suatu bilangan yang dirahasiakan, dan digunakan untuk proses enkripsi dan deskripsi.

Pada intinya Kriptosistem (Cryptosystem) adalah sistem kriptografi yang meliputi algoritma, plainteks, cipherteks, dan key (kunci). Namun setiap teknologi tentu memiliki kelemahan. Kriptanalisis (Cryptanalysis) adalah ilmu dan seni dalam membuka ciphertext dengan memanfaatkan kelemahan yang ada pada kriptosistem tersebut berdasar Kriptologi (Ilmu matematika yang melatarbelakangi ilmu kriptografi dan ilmu kriptanalisis).

Secara umum, kriptografi terdiri dari dua buah bagian utama yaitu bagian enkripsi dan bagian dekripsi

  • Enkripsi adalah proses transformasi informasi menjadi bentuk lain sehingga isi pesan yang sebenarnya tidak dapat dipahami, atau merupakan kegiatan penyandian data.hal ini dimaksudkan agar informasi tetap terlindung dari pihak yang tidak berhak menerima. contohnya password.Sedangkan;
  • Dekripsi adalah proses kebalikan enkripsi, yaitu transformasi data terenkripsi ke data bentuk semula. Proses transformasi dari plainteks menjadi cipherteks akan dikontrol oleh kunci.

Peran kunci sangatlah penting, kunci bersama-sama dengan algoritma matematisnya akan memproses plainteks menjadi cipherteks dan sebaliknya.

 

Catatan Pertemuan ke-2 tgl. 4 Maret 2011

Pada Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.

Warna pada kabel UTP:

O(Orage)    ———>  Orage Putih (OP)

H(Hijau)    ———> Hijau Putih(HP)

B(Biru)      ———>   Biru Putih(BP)

C(Coklat)  ———>  Coklat Putih(CP)

Konsep pemasangan kabel UTP:

  1. Putih selalu di nomor / pin ganjil
  2. 1 & 2 –>sepasang
  3. 3 & 6 –> sepasang
  4. 4 & 5 –>sepasang
  5. 7 & 8 –>sepasang
  6. 4 & 5 serta 7 & 8 tidak dapat ditukar.